Pabrik Miras Rumahan Di Grebek Polisi

Texasmamma.org – Sebuah rumah yang berada di kawasan Rancasari, Kota Bandung ternyata sudah lama dijadikan pabrik pembuatan minuman keras (miras). Selain digunakan untuk tempat tinggal rumah yang berpemilik dengan inisial TPN (38) tersebut di datangi petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar dalam rangka kegiatan Operasi Ampadan.

Ditemukan sebanyak 21.350 botol minuman keras (miras) gagal beredar. “Dari pabrik itu kita menemukan 1.367 karton yang berisi total 21.350 botol miras golongan B berbagai merek,” ujar Kepala Kanwil DJBC Jabar M. Purwantoro di kantor Kanwil DJBC Jabar, Jalan Surapati, Kota Bandung, Jabar, Rabu (14/6/2017).

Berdasarkan dengan pemeriksaan, TPN telah menjalani bisnisnya itu satu tahun terakhir ini. Pelaku, mengoplos minuman asli dengan menggunakan minuman hasil olahan dari pelaku. Pelaku menggunakan cairan yang ditambahkan dengan etil alkohol, karamel, gula, dan bahan lainnya.

“Perbandingannya satu botol minuman resmi bisa membuat tiga botol miras hasil olahan dia,” katanya.

Pelaku sudah menyiapkan botol-botol kosong. Miras hasil olahan pelaku yang rata-rata berjenis jamu itu, lalu dimasukkan ke dalam botol tersebut dan dipasarkan ke sejumlah warung di wilayah Bandung Selatan hingga Garut tanpa menggunakan pita cukai resmi.

“Ada juga yang menggunakan pita cukai, tetapi palsu, hasil buatan pelaku,” tuturnya.

Purwantoro menuturkan puluhan ribu botol miras yang dijual pelaku tanpa menggunakan pita cukai resmi itu disita. Sebab, kata dia, miras tanpa pita cukai resmi patut diduga kualitasnya.

“Ditulis di botolnya kandungan 18 persen, tetapi karena ini ilegal, tidak bisa dipastikan kalau itu benar 18 persen. Justru itu bahayanya,” ucap dia.

Dari pengungkapan ini, kata Purwantoro potensi kerugian negara mencapai Rp 330 juta dan potensi hilangnya penerimaan negara dibidang cukai selama satu tahun pelaku menjalankan bisnisnya sebesar Rp 3,9 miliar.

“Kegiatan ini kita lakukan dengan fokus peredaran barang cukai ilegal, meningkatkan kepatuhan untuk penerimaan cukai, dan paling penting dapat mengurangi dampak negatif sosial di masyarakat,” katanya.

TPN kini sudah dilakukan penahanan oleh DJBC dan akan diserahkan ke Polda Jabar. Ia disangkakan pasal berlapis yakni Pasal 50, 54, dan 55 Undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai. Ancaman hukuman di atas 8 tahun bui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *