Umar Patek Teroris Bom Bali I Jadi Petugas Pengibar Bendera Merah Putih

 

 

Texasmamma.org – Mantan kombatan Al-Qaeda, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein yang merupakan warga binaan pemasyarakatan terkait kasus terorisme akan menjadi salah satu petugas pengibar bendera merah-putih pada hari kemerdekaan Republik Indonesia besok. Dirinya akan menjadi petugas pengibar bendera merah-putih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Poring Sidoarjo.

Kepala Biro Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Lilik Bambang mengatakan Umar akan menjadi petugas tanpa adanya pemaksaan maupun tekanan, melainkan tindakannya tersebut merupakan inisiatif dan keinginannya sendiri.

“Dia menjadi petugas pengibar bendera tanpa syarat apapun diberikan kepadanya. Ini murni karena Umar cinta kepada bangsa dan tidak ada perlakuan khusus diberikan kepadanya,” ujar Bambang.

Umar Patek telah divonis penjara 20 tahun ole Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 21 Juni 2012 lalu, dia dinyatakan terseret kasus Bom Bali I pada tahun 2002 serta bom malam Natal tahun 2000.

Umar patek dianggap sebagai gembong teroris internasional jaringan AL-Qaeda, dia tertangkap di Kota Abbotabad, Pakistan pada akhir Januari 2011 lalu. Sebelumnya dia telah menjadi buronan aparat keamanan dari empat negara. Amerika Serikat pun turut memburu Umar Patek karena dinilai sebagai salah satu teroris yang sangat berbahaya.

Lilik mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya Umar Patek menjadi petugas pengibar bendera merah-putih di Lapas Porong Sidoarjo. Umar Patek juga pernah menjadi petugas ketika memperingati hari Kebangkitan Nasional pada tahun 2005 lalu.

“Dan menjadi petugas pengibar bendera merah-putih di upacara Kemerdekaan Indonesia baru pertama kali dilakukannya,” imbuhnya.

Bambang mengatakan Umar Patek bersedia menjadi petugas upacara Kemerdekaan Indonesia menggambarkan usaha proses pembinaan kepada binaan terorisme di Lapas Porong berjalan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *