KPK Dianggap Tidak Transparan Mengenai Barang Sitaan

 

 

Texasmamma.org – Pansus Angket KPK mengundang Plt.Dirjen Pemasyarakatan, Direktur Rupbasan, serta para Kepala Rupbasan se-Jakarta untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat. Terkuak bahwa KPK tidak menuliskan seluruh barang sitaan korupsi ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Padahal, bila melihat pada peraturan yang terdapat pada Pasal 44 ayat 1 KUHAP, seluruh barang yang disita harus dikelola oleh Rupbasan.

Wakil Ketua Pansus Angket KPK, Taufiqulhadi mengungkapkan bahwa tujuan adanya rapat tersebut untuk menelaah sepak terjang KPK dalam mengelola aset yang disita. Taufiq menegaskan bahwa sesuai undang-undang seluruh hasi sitaan atau rampasan harus didaftarkan ke Rupbasan. Hal tersebut ditujukan untuk mengamankan sitaan yang telah menjadi hak milik negara.

“Mengejutkan bahwasanya banyak sekali yang tidak didaftarkan, misalnya ada tanah, ada gedung yang telah disita telah bertahun-tahun, kami telah cek itu tidak didaftarkan. Yang didaftarkan hanya sebagian kecil, itu adalah kendaraan, seperti sepeda motor dan kedaraan beroda empat,” jelas Taufiq.

Disamping itu, Wakil Ketua Pansus Angket KPK Masinton Pasaribujuga mengungkapkan terdapat kejanggalan pada pengelolaan barang yang disita dari hasil kejahatan korupsi, terlebih pada perkara Nazarudin. Dalam keterangan kepada publik, KPK menyita 550 miliar aset hasil korupsi dan tindak pidana pencucian uang Nazarudin.

“Ternyata dari 550 miliar yang disita itu cuma satu unit mobil yang diserahkan oleh KPK ke Rupbasan,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *