Crisis Center Korban First Travel Masih Dibuka

 

 

 

Texasmamma.org – Crisis Center bagi para korban penipuan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel masih dibuka oleh Bareskrim Polri. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak mengungkapkan Crisis Center masih dibutuhkan untuk mendaftar puluhan ribu korban dari Firt Travel.

“Semasa masih diperlukan akan tetap terus ada. Kalau tidak diperlukan lagi mungkin akan kami cukupkan,” kata Herry di Jakarta Pusat.

Menurut Herry, pihaknya akan tetap terpusat pada pengembangan tindak pidana yang dilakukan oleh Andhika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

“Bareskrim kan masalah pidananya. Sementara penyidikan itu harus kami jalankan terus sampai selesai,” kata Herry.

Mengenai pemulangan uang calon jamaah, Herry mengatakan akan terus berhubungan dengan beberapa pihak yang terkait. “Tapi bukan kapasitas dan kompetensi Bareskrim untuk berbicara tentang pengembalian uang jemaah,” ucap Herry.

Penyidik Bareskrim Polri akan melakukan percepatan pemberkasan tiga tersangka dugaan penggelapan dan penipuan kepada puluhan ribu calon jamaah umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

“Jadi dalam waktu dua bulan ini terhitung mulai tanggal 9 Agustus saat penangkapan, saya harapkan berkas sudah bisa dikirimkan ke Kejaksaan,” ungkapnya.

Herry juga mengatakan pihaknya masih mengumpulkan aset-aset ketiga tersangka tersebut, sehingga nantinya aset dan alat bukti akan dicantumkan dalam berkas perkara. Selain itu, pelacakan aliran dana dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah dimiliki oleh penyidik.

“Ya itu sudah dimasukkan ke dalam barang bukti. Barang bukti yang disita dan itu kita konfirmasi bahwa itu dibeli dari dana-dana yang dia dapat dari jemaah,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *