Bukti Pelanggaran HAM Pada Etnis Rohingya Diperoleh Dari Citra Satelit

 

 

Texasmamma.org – Amnesty International menyatakan lebih dari 80 lokasi etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar telah dibakar. Tindakan kejam tersebut diduga dilakukan oleh kelompok dan militer tertentu di Myanmar sejak 25 Agustus 2017.

Bukti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut diperoleh lewat citra satelit yang dilakukan pengawasan dan pemantauan setiap harinya.

“Melalui citra satelit, kita meyakini bahwa pembakaran itu dilakukan untuk etnis Rohingya,” ungkap Laura Haigh, seorang peneliti Amnesty International untuk Myanmar di Jakarta.

Laura mengatakan yakin bahwa pelaku tindakan kejam tersebut merupakan militer Myanmar, dan setelah menjalani wawancara dengan etnis Rohingya yang sudah mengungsi ke Bangladesh.

Kepastian lainnya bahwa pelaku tindak kekerasan di Myanmar setelah membidik seranganya. Dan serangan tersebut sebenarnya dengan tujuan supaya warga Rohingya dapat pindah dari Rakhine.

“Melalui keterangan mereka (etnis Rohingya), kita cocokan serangan pembakaran itu dengan serangan pada sebelumnya. Mereka menunjuk bahwa itu dilakukan kelompok militer Myamnar dan kelompok bersenjata yang masuk ke wilayah Rohingya, pola ini konsisten,” ungkapnya.

Selain itu, Laura juga mengatakan minggu lalu seorang jurnalis mencoba untuk masuk ke sebuah desa di kawasan Rakhine dan melakukan wawancara terhadap seorang anak dan menanyakan mengenai tindakan pembakaran tersebut.

“Anak itu mengatakan, yang melakukan pembakaran itu adalah kelompok militer bersama polisi Rakhine,” ungkap Laura.

Sementara itu, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengungkapkan telah terjadi pelanggaran yang sama pada bulan Oktober tahun lalu, dan diduga kuat tindakan tersebut oleh militer Myanmar.

“Jadi aksi pembakaran di Agustus ini ada etnis lain di luar Rohingya, tetapi dilakukan oleh polisi, militer, kelompok-kelompok non-Rohingya yang ada di Rakhine,” ungkap Usman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *