Para Buruh di Cilegon Berunjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 10 Persen

 

 

Texasmamma.org – Unjuk rasa dilakukan oleh ratusan buruh yang bergabung dalam beragam perserikatan di Kota Cilegon, Banten. Mereka memaksa kenaikan upah minimun kabupaten/kota (UMK) 2018 minimal 10 persen.

Pada unjuk rasa yang dilakukan di depan kantor Wali Kota Cilegon tersebut, para pengunjuk rasa menyampaikan penolakan kenaikan UMK yang beracuan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

“Kami mendesak Pemerintah Kota Cilegon agar kenaikan UMK 2018 sesuai inflasi Cilegon, bukan mengikuti inflasi nasional yang mengacu pada PP 78/2015 tentang Pengupahan, yakni sebesar 8,71 persen,” ungkap Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan, dan Umun (F-SPKEP) Kota Cilegon Rudi Sahrudin.

Rudi mengatakan unuk rasa tersebut dilakukan karena adanya rapat pleno Depeko Kota Cilegon mengenai kenaikan UMK 2018 dengan benyak pihak juga termasuk pengusaha.

“Sekarang itu kan rapat pleno penetapan UMK untuk direkomendasikan ke Wali Kota sedang berlangsung, kita tunggu saja nanti hasilnya seperti apa, ada iktikad baik nggak dari Ketua Depeko-nya,” katanya.

Bila desakan dari paa pengunjuk rasa tidak disetujui, maka mereka akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi. Menurut Rudi, UMK Cilegon yang sekarang ini senilai Rp 3,3 juta dan para buruh meminta adanya kenaikan 10 persen dengan menyusul inflasi sebesar 5,56 persen di Cilegon.

“Ya, pokoknya pemerintah harus mengikuti inflasi Cilegon 5,56 persen, jangan mengikuti nasional. Kalau itu tidak dituruti, kami akan turun aksi lagi lebih besar,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *