Perlu Penelitian Terkait 10 Paus Sperma Terdampar di Aceh Besar

 

 

 

Texasmamma.org – Semenjak bulan Mei hingga pertengahan bulan November 2017 ini terdapat beragam kejadian paus terdampat di perairan Indonesia. Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Augy Syahailatua mengharapkan terdapat peneliti Indonesia yang mempunyai pengetahuan yang lebih terkait mamalia laut, salah satunya paus.

“Dari beberapa kasus terdamparnya paus di Indonesia, maka sudah waktunya Indonesia harus memiliki peneliti-peneliti yang menekuni mamalia laut (paus, dugong, dan lain-lain) atau cetacean secara umum,” kata Augy.

Hingga saat ini terdapat 3 kejadian paus terdampar. Yang pertama, pada bulan Mei lalu terdapat bangkai paus ukuran 23 meter terdampar di perairan Maluku, dan kejadian lain ditemukan bangkai paus di pantai Yeh Kuning, Jembrana, Bali dan kini ditemukan 10 paus jenis sperma terdampar di pantai Aceh Besar.

Dan peristiwa terdampatnya 10 paus di Aceh Besar ini menurut Augy perlu melakukan penelitian terkait jalur migrasi, apakah perairan Aceh Besar menjadi salah satu jalur migrasi daru paus.

“Ini yang perlu dipelajari. Dari rekam jejak dapat diketahui. Apakah lokasi atau pantai Aceh merupakan jalur migrasi paus? Kalau ya, apakah ada perubahan signifikan dari kondisi lingkungan di sekitarnya? Saya tidak punya informasi ini,” katanya.

Untuk diketahui, sebanyak 4 ekor paus dari 10 paus sperma yang terdampat di perairan Aceh Besar telah mati pada Senin (13/11/2017). Dan sisanya telah berhasil dibawa ke tengah laut oleh warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *