Ada Yang Unik Dari Reog Ponorogo Ini

Texasmamma.org – Ridho Kurnianto, seorang akademisi pemerhati seni reog, menciptakan sebuah tampilan baru dari budaya reog. Keseniaan reog yang identik dengan cerita pendewaan. Kini diberi tampilan lebih menarik oleh Ridho dengan membentuk reog santri.

Reog santri yang selalu pentas di pesantren diakui Ridho lebih cenderung bisa diterima oleh tokoh-tokoh di pesantren. Saat tampil, perlengkapan reog santri tidak selengkap seperti halnya tampil di tempat umum.

“Ada bagian tarian jathil dan kelonosewandono yang dilarang di lingkungan pesantren. Karena ada unsur pengkultusan dan bukan muhrim,” kata akademisi sekaligus pemerhati seni reog, Ridho Kurnianto di kampus Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jalan Budi Utomo, Rabu (20/12/2017).

Reog santri memang berbeda, dari segi pembukaan selalu diawali dengan wiroswara dan tilawah terkait kepasrahan kepada Allah SWT. Dan selalu dibumbui dengan nilai Islamik.

“Di tengah dan diakhir juga ada, ayat-ayat Suci Al-Quran dan hadits,” lanjutnya.

Di reog santri, jatil yang biasanya tidak berkerudung, saat tampil direog santri dipakaikan jilbab. Kain Hitam juga di tambahkan untuk ganti rambut.

“Penari warok, bujangganong, kelonosewandono yang biasanya bertelanjang dada, pakai kaos panjang,” tambahnya.

Ridho Kurnianto juga menambahkan cara ini dilakukan untuk lebih mengenalkan reog dikalangan pesantren. Hal ini juga disambut baik oleh seniman warok dan reog.

“Bahkan saya sebelum mengusulkan reog santri dan rekayasa komunitas, saya minta izin dulu ke seniman reog, mereka menyambut gembira usulan ini,” tegasnya.

Tidak hanya tampil di pesantren, pernah satu kali reog santri juga tampil di SMAN 2 Ponorogo. “Tahun 2018 mendatang nantinya ada 12 sekolah yang belajar reog santri,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *